Dear : Kamu
Assalamualaikum....
Hai, apa kabarmu?
Sebelumnya mohon maaf kalau tetiba saja aku kembali menghubungimu setelah aku
blokir fb dan WAmu, memang berat harus melakukannya tapi kalau tidak begitu
bagaimana aku bisa ngelupain kamu.
Berkali-kali aku memikirkan haruskah hal ini disampaikan atau tidak, aku
sudah memikirkannya amat panjang dan aku memberanikan diri untuk
menyampaikannya, aku tak ingin menyesal di kemudian hari, tapi aku juga tak
ingin memaksa, ini sepenuhnya murni perasaanku, betul-betul murni perasaanku
dan kamu cukup memahaminya setelah itu keputusan sepenuhnya ada di tanganmu.
Sejujurnya, perasaanku ke kamu tidak ada yang berubah, aku memang pernah
bilang di WA kalau aku sedikit membencimu, ya itu sebenarnya cara agar bisa lupain
kamu dengan mulai membencimu, dan memang mulai sedikit membenci, benci karena
tidak juga punya keberanian untuk hubungan kita lebih lanjut malah sebaliknya
menghentikannya begitu saja di tengah jalan. Benci karena selalu merasa tidak
siap, selalu merasa kecil, selalu merasa pesimis dan merasa paling bodoh, aku
mulai membenci kamu yang selalu merasa seperti itu.
Impian masa depan bersama kamu pun tidak ada yang berubah, buat aku tidak
ada yang berubah, entah kamu, mungkin saja sudah perlahan-lahan.
Jadi maksud aku menghubungimu lagi, masih bolehkah aku menunggumu lagi?
Aku tahu betul mungkin aku tidak seharusnya begini, pasti kamu akan bilang
aku harus mencari yang lain, jangan salah, sudah kucoba, ifat sudah berusaha
memperkenalkan aku dengan seseorang tapi aku masih tak bisa, atau kamu akan
bilang masih butuh waktu lama sementara kamu juga masih di pku, dari dulu aku
kan sudah bilang gak masalah aku nunggu kamu 1 tahun, 2 tahun, asalkan kamu
bilang memang mau serius, atau kamu akan bilang kalau kamu sudah tak punya
perasaan apa-apa lagi, maka itu sudah cukup untuk aku menyerah. Tapi bila saja,
bila saja perasaan itu masih ada, keinginan melalui kehidupan masa depan
bersama itu masih ada, aku minta kamu pertimbangkan lagi dan berikan aku
jawaban yang bisa kuterima.
Aku sadar sudah sejauh ini dan aku merasa masih buruk dalam segalanya dan
aku yakin kamu justru semakin menjadi lebih baik dari sebelumnya, ibadahku,
akhlakku, ilmuku, kehidupanku, kebiasaan-kebiasaanku memang masih amat buruk,
bila itu semua menjadi pertimbangan yang berat buat kamu, dan aku tidak layak
menjadi seseorang di kehidupanmu masa depan, tentu saja aku akan dengan lapang
dada menerimanya, semua orang pasti berharap yang baik untuk pasangannya kelak,
jadi bila hal demikian menjadi pertimbanganmu maka aku akan baik-baik saja,
sebab kamu pantas mendapat yang lebih baik, dan bila dipaksakan pun tidak akan
berkah.
Jadi, aku minta untuk yang terakhir kalinya, bolehkah aku menunggumu lagi?
Dan apa kamu mau mempertimbangkan lagi tentang kita?
Berikan aku jawaban yang layak sehingga aku bisa ikhlas menerima jawaban
apapun darimu.. dan bila jawaban paling tidak enak sekalipun yang aku terima
aku tidak akan lagi berkomentar dan akan melepasmu dengan ikhlas.
Terimakasih.
Wassalam...
Nay.


