Ini tentangku dan seseorang
yang mengisi hidupku selama 4 tahun belakangan ini, tentang impian-impian yang
tidak menemukan jalan untuk jadi nyata. Tapi aku tidak goyah dan melepaskannya
begitu saja, aku tahu suatu saat Tuhan akan mempertemukan kami dengan cara yang
lebih manis.
Ini tentangku dan seseorang
yang namanya kujadikan bait akhir puisiku, yang selalu tahu caranya membuatku
marah dan tertawa. Tapi dia tidak pernah benar-benar tahu apa yang sebenarnya
kuinginkan dan itulah yang akhirnya menjadi alasan aku meninggalkannya dan dia
pun meninggalkanku, kami saling melepaskan diri dengan paksa.
Ini masih tentangku dan
seseorang yang memiliki banyak hal aneh padanya, selalu berbeda dari kebanyakan
orang, tapi itu juga yang menjadi alasan aku ingin selalu bersamanya tapi
sekali lagi dia tidak pernah benar-benar tahu keinginanku yang sebenarnya.
Akhirnya kami saling melepaskan genggaman tangan dengan tangis yang tak
menemukan cara untuk berhenti.
Dalam beberapa waktu, aku
masih menjadikan dia bagian yang selalu ada dalam sajak-sajakku, dalam puisiku,
dalam tulisan kacauku, karenanya sajakku yang mati hidup kembali, karenanya
puisiku yang hambar manis kembali rasanya. Tapi itulah, dia hanya tertinggal
dalam sajak dan puisiku, tapi tidak pernah benar-benar tinggal bersamaku.
Jika saja aku punya
kesempatan, jika saja... aku akan benar-benar membuat dia mengerti bahwa aku
ingin bersamanya sampai akhir, aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya,
tidak dengan yang lain.
Apa Tuhan akan memberiku
kesempatan? Tolonglah kumohon...



0 ความคิดเห็น:
แสดงความคิดเห็น